
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menyatakan anggota kepolisian tidak boleh arogan. Pernyataan itu disampaikan Idham usai menerima laporan ada seorang anggota polisi yang menyerobot masuk tol dengan memanfaatkan tap chas warga.
Karena itu, Idham akan memanggil Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Metro Jaya Kombes Alfred Papare, untuk menindak polisi patroli jalan raya (PJR) yang menyerobot masuk pintu tol Senayan. Sekali lagi ia mengingatkan agar anggota kepolisian tidak bertindak arogan.
“Nggak boleh anggota polisi mentang-mentang, nggak boleh sok-sokan, nggak boleh arogan, iya kan," ucap Idham di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/9).
Ia pun menegaskan akan menindak oknum polisi tersebut jika terbukti melanggar. "Jadi kalau dia melanggar kita tindak, saya yakinkan sama teman-teman, pasti saya tindak,” ujar Idham.
Terkait kasus polisi PJR tersebut, Idham sangat menyayangkan tindakan anggotanya tersebut, dan akan segera menegur langsung anggotanya itu. Ia menjelaskan kepolisian telah memiliki aturan tersendiri dan pakem itu tentu tidak bisa dilanggar.
“Nanti saya panggil aja Kabid Propam sama Dirlantas, cari tahu semua anggotanya. Selama ini juga jelas kok kebijakan saya, siapa anggota yang melanggar kita tindak. Ada kategori disiplin, ada etika, ada pidana. nanti tinggal kita lihat saja,” beber dia.
Sebuah video berdurasi 22 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi seorang polisi patroli jalan raya (PJR) menyerobot masuk Gerbang Tol Senayan, Jakarta Selatan, dengan memanfaatkan tap cash warga. Aksi tidak terpuji itu terjadi pada Ahad (2/9) dan jadi perbincangan warganet setelah diunggah di akun Facebook Zenrin Zen.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf pun meminta maaf atas kejadian yang dilakukan personelnya itu. "Saya sampaikan permohonan maaf saya kepada pengendara itu, kalau ada kerusakan dan sebagainya, saya tanggung jawab," ujar dia saat dihubungi, Selasa (4/9).
Ia menjelaskan, seluruh motor maupun mobil dinas yang hendak masuk ke dalam tol, memiliki akses khusus tersendiri dan digratiskan. Anggota polisi lalu lintas telah diberikan kartu tap cash khusus langsung dari Jasa Marga, jika ingin menjalankan tugas tertentu.
“Termasuk mobil pengawalan-pengawalan Asian Games. Apalagi itu, itu memang diprioritaskan pengawalan. Pengawalan ini (Asian Games) nggak ada masalah," kata Yusuf.
"Cuma," kata Yusuf melanjutkan," Ini masalahnya kan seharusnya anggota ini kan sebelah kanan (dekat dengan mesin tap cash) membuka akses itu, ada aksesnya itu. Tapi dia itu langsung sebelah kiri (samping mobil warga). Karena ada mobil yang mau buka akses, pada saat pintunya terbuka, anggota masuk duluan. Masuk tanpa membuka akses."
Namun Yusuf telah memerintahkan kepada seluruh pamennya untuk mencari anggota tersebut untuk diberikan teguran.
Video aksi aksi "selonong boy" polisi PJR itu direkam warga bernama Agus (44 tahun). Ia mengaku hendak menuju rumahnya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 05.54 WIB. Di depan pintu tol, ia melakukan tap kartu ke mesin gerbang tol otomatis (GTO) untuk masuk ke dalam jalan tol.
"Saya habis ngedrop (mengantar) istri saya yang mau CFD (car free day) di depan CIMB Niaga itu. Saya pulang dan lewat jalan tol itu. Saya selesai tap malah dia (polisi) masuk jalan tol. Palang jadinya tertutup dan saya harus tap lagi," kata Agus saat dikonfirmasi.
Meski telah membunyikan klakson mobilnya sebagai langkah memberhentikan oknum polisi, tapi oknum polisi tak memedulikannya. Akibatnya, dia melakukan tap kartu kembali agar bisa masuk ke dalam jalan tol.
Memang uang yang dirugikan tidak seberapa. Namun dia mengaku kecewa dengan seorang petugas polisi PJR yang harusnya bisa berikan contoh yang baik bagi masyarakat.
https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/18/09/06/pembf8282-kapolda-geram-dengan-aksi-selonong-boy-polisi-di-tol-senayan“Itu bukan uang besar, tapi saya merasa lucu gitu. Buat saya nggak sopan saja,” jelas Agus.
No comments:
Post a Comment