
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menginisiasi pertemuan kerja sama antara tujuh universitas ternama di Indonesia dengan salah satu universitas teknik ketenagalistrikan terdepan di dunia yaitu Moscow Power Engineering Institute (MPEI) di Moskow, Rusia (4/9). PLN menginisasi pertemuan ini bertujuan untuk penjajakan potensi akademik di bidang energi, dan juga agar dapat membuka jalur kerja sama antara ketujuh universitas dengan MPEI sehingga dapat memacu arus perkembangan di bidang energi termasuk bidang ketenagalistrikan di Indonesia.
“Diharapkan melalui pertemuan antaruniversitas dari Indonesia dengan Rusia ini, dapat berujung pada kerja sama yang tentunya berdampak pada kemajuan berbagai sektor energi terutama ketenagalistrikan di Indonesia,” Kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.
Rombongan delegasi PLN dan akademisi diterima langsung oleh Rektor MPEI Rogalev Nikolay Dmitrievich beserta jajaran manajemen Universitas MPEI. “Kita bisa menjalin kerj asama dalam berbagai bidang, kami memiliki banyak sektor pendidikan dan penelitian baik di nuklir, turbin, dan lain sebagainya. Tentu kerja sama akan berdampak sangat baik bagi kedua belah pihak, termasuk bagi Indonesia dan Russia,” Kata Rogalev.
PLN membawa rombongan di antaranya adalah rektor dan perwakilan dari tujuh universitas yakni Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, Wakil rektor Institut Teknologi Sepuluh November Heru Setyawan dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Ngakan Putu Gede Suardana.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono,menjelaskan bahwa UGM sangat tertarik untuk menjalin kerja sama. “Kami sangat antusias terhadap terjalinnya kerja sama antaruniversitas dengan MPEI, ke depan diharapkan terdapat penandatanganan MOU, untuk mengacu pada kerja sama pertukaran pelajar, teknologi laboratorium dan sebagainya,” ujar Panut.
Senada dengan Profesor Panut, rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, menjelaskan bahwa para mahasiswa adalah calon dari pemimpin, dan butuh banyak kerja sama di antara universitas untuk terus mengembangkannya. “Para mahasiswa adalah future leader, oleh karena itu kita harus menjalin kerja sama demi mengembangkannya lebih baik lagi. Untuk memulai, kami (ITB) mengundang pihak dari MPEI untuk mengunjungi Universitas kami di Bandung lalu membuat joint colaboration khususnya dalam sektor energi seperti kelistrikan,” kata Kadarsah.
Moscow Power Engineering Institute (National Research University) merupakan salah satu universitas terbesar dan terdepan dalam bidang ketenagalistrikan dan teknologi informasi. Universitas ini telah mendunia sehingga kerja sama antara MPEI dengan universitas di Indonesia akan sangat bermanfaat bagi perkembangan energi termasuk ketenagalistrikan di Indonesia.
https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/09/05/peklhf423-pln-inisiasi-kerja-sama-universitas-di-indonesia-dan-rusia
No comments:
Post a Comment